Volkswagen PHK 300 Karyawan di Jerman Mulai Oktober 2023
Perusahaan otomotif Volkswagen AG bersiap menggelar pemutusan hubungan kerja (PHK) dengan menargetkan 300 karyawan dari salah satu pabrik perakitan mobil yang berada di Zwickau, Jerman. Dalam keterangan resminya Volkswagen menjelaskan, PHK akan mulai dilakukan pada awal bulan Oktober mendatang. “Volkswagen akan melepas 300 karyawan yang kontrak 12 bulan nya telah berakhir dalam waktu dekat. Sementara itu, nasib 2.000 staff lainnya yang statusnya sementara juga masih belum ditentukan lantaran menunggu keputusan akhir manajemen,” jelas salah satu Volkswagen yang terdampak PHK.
Mengutip dari Reuters, PHK massal ini dilakukan Volkswagen pasca pemerintah Jerman mengurangi insentif pembelian kendaraan listrik. Hal itu dilakukan karena adopsi kendaraan listrik yang semakin meningkat. Dengan kebijakan baru tersebut, insentif kendaraan bertenaga listrik dengan harga dibawah 40.000 euro akan dipangkas menjadi 4.500 euro dari semula 6.000 euro. Sementara untuk mobil dengan harga di atas 40.000 euro, premi turun dari 5.000 euro menjadi 3.000 euro dan khusus pembelian mobil dengan harga diatas 65.000 euro pemerintah tidak akan memberikan subsidi apapun.
Rekomendasi Kuliner Jogja: 5 Warung Soto Daging Sapi yang Terkenal dan Melegenda Bayi Lahir dengan 24 Jari, Orangtua Baru Tahu saat Hendak Pulang dari Tempat Bersalin Almas Tuntut Ganti Rugi Rp10 Juta ke Gibran, Jika Menang Gugatan Bakal Disumbangkan ke Panti Asuhan
Kisah Pemilik Warung Bakso Pak Sholeh Magelang Didatangi Paspampres, Pesan 600 Porsi Idham Mase Kekeuh Cerai dengan Catherine Wilson, Kecewa Keket Tak Mundur dari Caleg, Rebutan Suara Halaman 3 "Kendaraan elektronik menjadi semakin populer dan tidak lagi membutuhkan subsidi pemerintah di masa mendatang," kata Menteri Ekonomi Robert Habeck dalam sebuah pernyataan.
Akan tetapi pasca kebijakan ini ditetapkan, permintaan mobil listrik Volkswagen di pabrik Zwickau mulai mengalami penurunan drastis. Padahal pabrik tersebut menyumbang kontribusi sekitar 70 persen dari penjualan kendaraan listrik Volkswagen. “Volkswagen telah berencana memproduksi sebanyak 330.000 kendaraan di pabrik Zwickau per tahunnya dan menjadikannya salah satu pabrik terbesar di Eropa, namun pemerintah Jerman memberlakukan kebijakan baru yang membuat permintaan mobil listrik menurun,” ujar juru bicara Volkswagen. Untuk mencegah pembengkakan kerugian, usai menggelar PHK rencananya Volkswagen akan mengikuti langkah Tesla dan BMW AG untuk membangun pabrik perakitan baru di China yang biaya produksinya cenderung lebih rendah.
Dengan begini Volkswagen dapat menjual produk kendaraan listriknya ke wilayah Eropa dengan harga yang lebih ramah dikantong. “Pertumbuhan ekonomi yang lesu ditambah tingginya biaya energi, biaya hidup, dan pinjaman di Eropa telah membebani permintaan kendaraan listrik Volkswagen model ID. Hal ini mendorong Volkswagen mengikuti langkah Tesla dan beberapa merek lainnya untuk mengekspor kendaraan listrik ke Eropa dari China yang biaya produksinya cenderung lebih rendah,” tutup juru bicara Volkswagen.