Tsania Marwa Buat Petisi Hak Asuh Anak Buntut 7 Tahun Tak Jumpa Buah Hati, Singgung Hukum Indonesia
Tujuh tahun tak berjumpa dengan buah hati, kini aktris Tsania Marwa membuat petisi hak asuh anak. Hal tersebut ia lakukan demi bisa berjumpa dengan buah hatnya kembali. Sebelumnya, disebutkan bahwa mantan suami Tsania Marwa, Atalarik Syah dianggap tak mematuhi keputusan hukum karena memisahkan anak anak dengan sang ibunya.
Padahal, pada keputusan Pengadilan Agama hingga Makamah Agung memberikan hak asuh anak kepada Tsania Marwa. Untuk itu, petisi ini dibuat oleh Tsania Marwa guna meminta Pemrintah Indonesia memberi sanksi kepada orang yang tidak menjalankan putusan hak asuh. Janda berusia 32 tahun itu pun merasa tak ada lagi lembaga yang mampu memberikan kepastian hukum soal hak asuh anak ini.
Tsania Marwa Buat Petisi Hak Asuh Anak Buntut 7 Tahun Tak Jumpa Buah Hati, Singgung Hukum Indonesia PSMS Medan Janji Beri Kesan Terbaik kepada Supporter saat Melawan PSIM Hotman Paris Beri Respons, Tsania Marwa Curhat & Buat Petisi 7 Thn Tak Dapat Keadilan Hak Asuh Anak
Pengakuan Saksi Mata Saat Polisi Malaysia Tembak Mati WNI di Selangor : Korban Bersenjata Parang Dulu Jadi Saksi Nikah Ria Ricis dan Teuku Ryan, Ustaz Yusuf Mansur Doakan Keduanya Tak Jadi Cerai Tiba tiba Tsania Marwa Sebar Petisi, Lanjutan Kisruh Hak Asuh Anak, Pertanyakan Kepastian Hukum
Idham Mase Kekeuh Cerai dengan Catherine Wilson, Kecewa Keket Tak Mundur dari Caleg, Rebutan Suara Halaman 3 Bahkan pengadilan negara tertinggi sekelas Mahkamah Agung saja, kata Tsania Marwa tak bisa mempertemukannya dengan sang buah hati, meskipun hak asuh anak jatuh di tangannya. Tsania Marwa pun mempertanyakan sistem hukum yang ada di Indonesia ini, Ibu dua anak tersebut merasa kecewa.
Padahal perjuangannya selama ini adalah demi mendapatkan haknya sebagai seorang ibu. "Tujuh tahun tanpa keadilan, putusan mahkamah agung tidak ada kekuatan. Tidak ada satu pun lembaga yang mampu memberikan kepastian," tulis Tsania. "Putusan pengadilan Mahkamah Agung sebagai pengadilan negara tertinggi pun tidak dapat mempertemukan saya dengan Syarif dan Shabira. Pelaksanaan putusan dengan cara eksekusi pun diributkan hingga kedua anak saya terguncang dan lagi lagi, saya tidak dapat mengambil yang sudah seharusnya menjadi hak saya, hak asuh Syarif dan Shabira."
"Ketika saya ditawarkan kembali untuk melakukan eksekusi kedua kali, integritas saya dipertaruhkan, gratifikasi diperlelangkan. Lalu pertanyaan selanjutnya, apakah begini sistem hukum Indonesia yang demokrasi? Bagaimana saya sebagai seorang perempuan dan Ibu dapat berlindung dengan hukum dan berjuang untuk mendapatkan hak saya?" katanya di Instagram. Tsania Marwa pun mengajak seluruh warga Indonesia, terutama perempuan dan seorang ibu untuk menandatangani petisinya tersebut. Ia tak mau ada lebih banyak korban lagi seperti dirinya.
Unggahan Tsania Marwa mengenai petisi itu juga mendapat perhatian dari pengacara kondang, Hotman Paris. Melaui Instagram pribadinya, Hotman Paris mengatakan, kasus yang dialami mantan istri Atalarik Syah itu bukanlah satu satunya. Melainkan, sudah ratusan kali terjadi.
"Tunggu Hotman jadi Wapres!! Hotman sudah ratusan kali suarakan hal sama," tulis Hotman sebagai keterangannya di Instagam @hotmanparisofficial. Sementara itu, Atalarik Syah menganggap unggahan Tsania Marwa di media sosial adalah sampah, meskipun ia tak tahu secara rinci apa unggahan tersebut. "Apapun konten yang ada di dalam medsos mantan saya itu, itu sampah sesampah sampahnya buat saya," Atalarik Syah di kawasan Pasar Rebo Jakarta Timur, Rabu (1/11/2023).
"Khususnya masalah keluarga," lanjut Atalarik. Terkait dengan masalah rumah tangga dan anak, Atalarik Syah mengaku sudah sangat terbuka kepada awak media. "Masalah rumah tangga saya sama anak anak itu sudah terbuka sama kalian, enggak ada yang ditutupin," ucapnya.
"Jadi kalau ingin tahu sekolah anak, silahkan ke sekolah interview aja guru guru di sekolah," tutur Atalarik. "Kalau ada masalah hukum pengadilan, ke pengadilan agama di Cibinong silahkan ke sana," jelasnya. Artikel ini merupakan bagian dari
KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.