Antisipasi Depresiasi Rupiah, Penyerapan Pasar Domestik Perlu Digenjot
Melemahnya nilai tukar atau disebut depresiasi rupiah yang sempat tembus di angka Rp 16.000 terhadap dolar AS, tentu berdampak pada sektor manufaktur dalam negeri. Depresiasi rupiah membuat kenaikan bahan baku sekaligus kenaikan biaya impor, ditambah oleh kenaikan suku bunga pinjaman perbankan bagi sektor manufaktur. Bank Indonesia baru baru ini menaikkan suku bunga acuan di level 6 persen, dari angka 5,75 persen yang bertahan sejak Januari 2023.
Kondisi ini mendorong industri manufaktur untuk menghitung ulang biaya produksi. Sebagian industri memangkas margin keuntungan untuk menanggung beban biaya produksi. Selain itu, langkah yang diambil para pelaku industri dengan skala yang lebih kecil terpaksa melakukan penyesuaian harga akibat semakin meningkatnya harga bahan baku dan biaya produksi. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, menyampaikan langkah utama yang perlu dilakukan untuk mendukung sektor industri dalam negeri agar tetap mampu produktif dan berdaya saing dalam situasi saat ini adalah meningkatkan penggunaan produk dalam negeri.
Pemain Baru AC Milan Jika Antonio Conte Jadi Pelatih Gantikan Pioli, Ada Efek Giroud Hengkang Arsenal Masih Bisa Melakukan Lima Kesepakatan Hari Ini Meski Batas Waktu Transfer Sudah Lewat Turunnya Harga HP iPhone 13 Pro Max Wajib Dimanfaatkan, Performanya Sangat Layak Diandalkan
Harga HP Samsung A54 5G Makin Terjangkau di Februari 2024, Hp Spek Cadas Kebanggaan Reviewer Survei Elektabilitas Capres Terbaru, Pilpres 2024 1 Putaran, Prabowo Mengaku Sudah Tak Sabar Kerja Maling Mondar mandir Bawa Tangga dan Loncat, Dua Sepeda Milik Warga di Purwakarta Raib Dalam Sekejap
Idham Mase Kekeuh Cerai dengan Catherine Wilson, Kecewa Keket Tak Mundur dari Caleg, Rebutan Suara Halaman 3 "Selain meningkatkan penguasaan produk dalam negeri di pasar domestik, belanja produk dalam negeri juga mampu menurunkan impor yang dapat berpengaruh terhadap nilai tukar rupiah," tutur Agus akhir pekan lalu. Kemenperin mendorong realisasi komitmen belanja Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah maupun BUMN tahun 2023 sebesar Rp 1.157,47 triliun. Saat ini, rata rata realisasi anggaran nasional mencapai 66,78 persen (per 23 Oktober 2023).
Untuk mendukung hal ini, Kemenperin melakukan berbagai terobosan, misalnya digitalisasi proses sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Hal ini untuk mendukung penggunaan produk dalam negeri secara merata dan optimal di seluruh kalangan Masyarakat. "Dengan percepatan proses sertifikasi TKDN, termasuk juga bagi industri kecil dengan menerapkan self assessment, kami ingin agar produk dalam negeri dapat makin cepat terserap dalam program pengadaan barang dan jasa," terang Agus.